div.fullpost {display:none;}

Tuesday, May 18, 2010

Tragedi Pembantaian di Tobelo





Tobelo merupakan sebuah kota kecamatan di Maluku Utara. Tragedi pembantaian Tobelo merupakan rangkaian kasus Ambon Berdarah yang terjadi sejak 19 Januari 1999. Kasus Tobelo sendiri berlangung mulai 24 Desember 1999 hingga 7 Januari 2000. Menurut catatan Tim Investigasi Pos Keadilan Peduli Ummat, 688 orang tewas dan 1.500 dinyatakan hilang.

Tragedi pembantaian di Tobelo ini, bermula ketika Sinode GMIH (Gereja Masehi Injil di Halmahera) mengkoordinir pengungsian umat Kristen ke Tobelo, yang jumlahnya mencapai 30.000 orang, yang dilakukan secara bertahap, sejak pertengahan November hingga awal Desember 1999. Puncaknya, pada Jumat 24 Desember 1999 malam (menjelang Hari Natal 25 Desember 1999) dengan beberapa buah truk, telah diangkut ratusan warga Kristen dari Desa Leleoto, Desa Paso dan Desa Tobe ke Tobelo. Dengan alasan untuk pengamanan gereja. Warga Kristen yang diangkut tersebut menggunakan atribut lengkap (seolah-olah mau perang), seperti kain ikat kepala berwarna merah, tombak, parang dan panah.

Mengetahui gelagat yang kurang baik dari warga Kristen tersebut, umat Islam Tobelo mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Saat itu umat Islam sedang dalam suasana menjalankan ibadah shaum ramadhan. Akhirnya pada 26 Desember 1999, pecahlah pembantaian yang dikesankan adanya kerusuhan, konflk horizontal. Padahal, sebelumnya tidak ada konflik apa-apa. Tragedi ini konon dipicu oleh adanya persoalan sepele berupa pelemparan batu terhadap rumah milik Chris Maltimu seorang purnawirawan polisi. Rupanya pelemparan terhadap rumah Chris Maltimu itu dijadikan trigger untuk aksi pembantaian yang sudah dirancang sebelumnya.

Menurut Ode Kirani, warga muslim dari desa Togoliwa, kecamatan Tobelo, Halmahera, pada 27 Desember 1999, saat warga desa sedang menjalankan ibadah puasa, tanpa diduga sebelumnya ribuan masa kristen yang berasal dari desa tetangga (antara lain, Telaga Paca, Tobe, Tomaholu, Yaro, dan lain-lain) menyerang desa Togoliwa di saat subuh. Akibat serangan mendadak tersebut ribuan warga muslim di desa tersebut menemui ajal. Kebanyakan dari mereka terbunuh saat berlindung di masjid. (Ambon, Laskarjihad.or.id 16 03 2001).

Rabu, 29 Desember 1999, di Mesjid Al Ikhlas (Kompleks Pam) tempat diungsikanya para ibu dan anak-anak, terjadi pembantaian terhadap sekitar 400 (empat ratus) jiwa. Menurut penuturan saksi mata, ada korban yang sempat jatuh dicincang dan dijejerkan kepala mereka di ruas jalan. Ada juga beberapa wanita yang dibawa ke Desa Tobe (sekitar 9 KM ) dari Desa Togoliwa, kemudian dikembalikan dalam keadaan telanjang. Modus operasi yang dilakukan oleh kelompok merah mula-mula melakukan pemboman kemudian dilanjutkan dengan pembakaran, sehingga tidak ada satu pun yang lolos dari sasaran mereka.

Menurut sebuah sumber, total korban di Tobelo dan Galela mencapai 3000 jiwa, 2800 di antaranya Muslim. Namun demikian, angka yang diakui Max Marcus Tamaela yang kala itu menjabat sebagai Pangdam Pattimura adalah 771 jiwa. Meski angka itu masih jauh dari kenyataan, namun masih jauh lebih banyak dibanding dengan angka yang diakui Gus Dur yaitu hanya lima orang saja.

Ketika pembantaian Tobelo terjadi, Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI. Bila menurut penglihatannya korban Tobelo-Galela hanya lima orang saja, kita harus maklum. Karena, pertama, Gus Dur itu pembela kaum minoritas. Kedua, penglihatannya memang terganggu. Kala itu, Menkopolkam dijabat oleh Wiranto, dan Panglima TNI dijabat oleh Widodo AS. Sayangnya, posisi mereka saat itu tidak bisa memperbaiki kualitas penglihatan Gus Dur terhadap kasus pembantaian umat Islam di sana. Padahal mereka juga beragama Islam.

Hajjah Aisyah Aminy, SH, yang kala itu menjabat sebagai anggota Komnas HAM, menyesalkan sikap aktivis LSM yang selama ini dikenal sebagai pejuang keadilan masyarakat, namun membisu ketika umat Islam yang jadi korban. Aisyah juga menyesalkan sikap media massa yang kurang antusias memberitakan peristiwa di Maluku itu. Tapi kalau yang mati adalah teman mereka sendiri, meski hanya satu orang seperti Munir, mereka heboh bukan main dengan membawa-bawa alasan pelanggaran HAM sampai ke hadapan Bush segala.

Bila kita mendasarkan pada angka yang diakui Tamaela, yaitu 771 jiwa, jumlah itu pun masih jauh lebih banyak dari korban Bom Bali Pertama dan Kedua. Apalagi bila ditambah dengan korban pembantaian yang dilakukan Tibo cs terhadap warga pesantren Walisongo, jumlah koran Bom Bali secara keseluruhan masih jauh lebih kecil. Namun perhatian dunia, kalangan LSM, kalangan pers, dan pemerintah Indonesia sendiri, kurang hirau bahkan cenderung mengabaikan korban Tobelo-Galela dan Poso (termasuk warga Pesantren Walisongo) Tobelo merupakan sebuah kota kecamatan di Maluku Utara. Tragedi pembantaian Tobelo merupakan rangkaian kasus Ambon Berdarah yang terjadi sejak 19 Januari 1999. Kasus Tobelo sendiri berlangung mulai 24 Desember 1999 hingga 7 Januari 2000. Menurut catatan Tim Investigasi Pos Keadilan Peduli Ummat, 688 orang tewas dan 1.500 dinyatakan hilang.

Tragedi pembantaian di Tobelo ini, bermula ketika Sinode GMIH (Gereja Masehi Injil di Halmahera) mengkoordinir pengungsian umat Kristen ke Tobelo, yang jumlahnya mencapai 30.000 orang, yang dilakukan secara bertahap, sejak pertengahan November hingga awal Desember 1999. Puncaknya, pada Jumat 24 Desember 1999 malam (menjelang Hari Natal 25 Desember 1999) dengan beberapa buah truk, telah diangkut ratusan warga Kristen dari Desa Leleoto, Desa Paso dan Desa Tobe ke Tobelo. Dengan alasan untuk pengamanan gereja. Warga Kristen yang diangkut tersebut menggunakan atribut lengkap (seolah-olah mau perang), seperti kain ikat kepala berwarna merah, tombak, parang dan panah.

Mengetahui gelagat yang kurang baik dari warga Kristen tersebut, umat Islam Tobelo mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Saat itu umat Islam sedang dalam suasana menjalankan ibadah shaum ramadhan. Akhirnya pada 26 Desember 1999, pecahlah pembantaian yang dikesankan adanya kerusuhan, konflk horizontal. Padahal, sebelumnya tidak ada konflik apa-apa. Tragedi ini konon dipicu oleh adanya persoalan sepele berupa pelemparan batu terhadap rumah milik Chris Maltimu seorang purnawirawan polisi. Rupanya pelemparan terhadap rumah Chris Maltimu itu dijadikan trigger untuk aksi pembantaian yang sudah dirancang sebelumnya.

Menurut Ode Kirani, warga muslim dari desa Togoliwa, kecamatan Tobelo, Halmahera, pada 27 Desember 1999, saat warga desa sedang menjalankan ibadah puasa, tanpa diduga sebelumnya ribuan masa kristen yang berasal dari desa tetangga (antara lain, Telaga Paca, Tobe, Tomaholu, Yaro, dan lain-lain) menyerang desa Togoliwa di saat subuh. Akibat serangan mendadak tersebut ribuan warga muslim di desa tersebut menemui ajal. Kebanyakan dari mereka terbunuh saat berlindung di masjid. (Ambon, Laskarjihad.or.id 16 03 2001).

Rabu, 29 Desember 1999, di Mesjid Al Ikhlas (Kompleks Pam) tempat diungsikanya para ibu dan anak-anak, terjadi pembantaian terhadap sekitar 400 (empat ratus) jiwa. Menurut penuturan saksi mata, ada korban yang sempat jatuh dicincang dan dijejerkan kepala mereka di ruas jalan. Ada juga beberapa wanita yang dibawa ke Desa Tobe (sekitar 9 KM ) dari Desa Togoliwa, kemudian dikembalikan dalam keadaan telanjang. Modus operasi yang dilakukan oleh kelompok merah mula-mula melakukan pemboman kemudian dilanjutkan dengan pembakaran, sehingga tidak ada satu pun yang lolos dari sasaran mereka.

Menurut sebuah sumber, total korban di Tobelo dan Galela mencapai 3000 jiwa, 2800 di antaranya Muslim. Namun demikian, angka yang diakui Max Marcus Tamaela yang kala itu menjabat sebagai Pangdam Pattimura adalah 771 jiwa. Meski angka itu masih jauh dari kenyataan, namun masih jauh lebih banyak dibanding dengan angka yang diakui Gus Dur yaitu ‘hanya’ lima orang saja.

Ketika pembantaian Tobelo terjadi, Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI. Bila menurut penglihatannya korban Tobelo-Galela hanya lima orang saja, kita harus maklum. Karena, pertama, Gus Dur itu pembela kaum minoritas. Kedua, penglihatannya memang terganggu. Kala itu, Menkopolkam dijabat oleh Wiranto, dan Panglima TNI dijabat oleh Widodo AS. Sayangnya, posisi mereka saat itu tidak bisa memperbaiki kualitas penglihatan Gus Dur terhadap kasus pembantaian umat Islam di sana. Padahal mereka juga beragama Islam.

Hajjah Aisyah Aminy, SH, yang kala itu menjabat sebagai anggota Komnas HAM, menyesalkan sikap aktivis LSM yang selama ini dikenal sebagai pejuang keadilan masyarakat, namun membisu ketika umat Islam yang jadi korban. Aisyah juga menyesalkan sikap media massa yang kurang antusias memberitakan peristiwa di Maluku itu. Tapi kalau yang mati adalah teman mereka sendiri, meski hanya satu orang seperti Munir, mereka heboh bukan main dengan membawa-bawa alasan pelanggaran HAM sampai ke hadapan Bush segala.

Bila kita mendasarkan pada angka yang diakui Tamaela, yaitu 771 jiwa, jumlah itu pun masih jauh lebih banyak dari korban Bom Bali Pertama dan Kedua. Apalagi bila ditambah dengan korban pembantaian yang dilakukan Tibo cs terhadap warga pesantren Walisongo, jumlah koran Bom Bali secara keseluruhan masih jauh lebih kecil. Namun perhatian dunia, kalangan LSM, kalangan pers, dan pemerintah Indonesia sendiri, kurang hirau bahkan cenderung mengabaikan korban Tobelo-Galela dan Poso (termasuk warga Pesantren Walisongo)

Read more!

Wednesday, May 12, 2010

gambar biadab




parahnya orang jaman sekarang......

Read more!

Thursday, April 29, 2010

TIPS MENGAKALI BILLING NET CAFE


saya kasih beberapa cara untuk bisa internetan tanpa bayar di warnet....
selamat memabca dan semoga bermanfaat....
Cara Pertama

Cara ini saya dapetin pas kantong lagi kempes tapi nafsu online lagi tinggi
Setelah muter2 otak sebentar sambil tidur, akhirnya kutemukan cara buat ngakalin billing warnetnya buat ngirit ongkos online.
Kalau cara yang ada di X-Code Magz vol4 itu cuma bisa untuk Billing Explorer(memang bisa, saya sudah membuktikannya)
Cara ini berlaku untuk segala versi billing explorer dan kebanyakan aplikasi billing lainnya. Dan merupakan kelemahan semua billing warnet yang berbasis windows!!!

Penasaran mau tau caranya ? Baca aja sampai habis !
Skali lagi saya ingatkan buat anda yang merasa udah pinter diharapa ga usah baca, kecuali pengen mati kebosanan (niru kata-kata siapa ya?

Ini dia caranya …
Saat kita mulai menyalakan komputer di warnet yang pertama muncul saat windows dimulai adalah login screen client billing yang menutupi seluruh area windows. Fungsi Alt+Tab dan Ctrl+Alt+Del biasanya ikut-ikutan di-disable untuk memaksa kita login melalui program billing itu.
Sebenarnya saat kita menghadapi login screen itu komputer sudah siap dijalankan. Hanya terhalang oleh screen login yang menyebalkan itu. Naah… udah tau apa yang bakal saya jelasin ? Kalo udah tau, brenti aja bacanya. Daripada mati kebosanan

Yess.. betul sekali. Yang perlu kita lakukan hanyalah menyembunyikan jendela login itu tanpa perlu login. Ada banyak progie buat nyembunyiin window, salah satunya ZHider. Saya hanya akan menjelaskan penggunaan ZHider. Bagi yang menggunakan progie laen silakan baca manualnya, tapi yang perlu diperhatikan adalah progie yang anda gunakan harus bisa show/hide window pake hotkey coz windows kita kan ditutupi sama login screen sialan itu.


Yang harus disiapkan:
1. Program ZHider. Cari sendiri pake om google. Ukurannya kecil kok, ga sampe setengah isi disket.
Aku nemunya pas smp tapi baru sekarang kepake ^^
2. Muka bego
3. Mental yang kuat


Langkah-langkahnya:


01. Masuk warnet dan pasang muka bego biar ga dicurigai operator
02. Pastikan selain box/bilik yang kita tempati masih ada box lain yang kosong. Biar ga dicurigai juga sih.
03. Usahakan cari tempat yang jauh dari op, supaya ga ketahuan box kamu kosong apa nggak.
04. Nyalakan kompi dihadapan anda bila masih dalam keadaan mati.
05. Saat masuk login screen, login aja seperti biasa.
06. Jalankan ZHider yang sudah disiapkan di disket/flashdisk. Kalo belom ada, cari aja pake google.
07. Setelah ZHider dijalankan langsung aja logout.
08. Naah, di login screen ini kita mulai aksi mendebarkan kita. Tekan Ctrl+Alt+Z.. Jreeeng, login screen telah menghilang !!!
09. Browsinglah sepuasnya, tapi tetap pastikan ada box lain yang kosong. Kan aneh kalau ada yang masuk warnet, dia lihat udah penuh. Padahal di billing server kelihatan masih ada yang belum login.
10. Kalo sudah puass tekan Ctrl+Alt+x untuk memunculkan kembali login screen yang menghilang entah kemana
11. Login seperti biasa dan browsing beberapa menit sampai penunjuk tarif sampai ke angka yang kita kehendaki. Ini supaya ga dicurigai.
12. Logout. SIapkan muka bego, lalu bayar tarif.

Cara ini lebih mudah dilalukan bila si operator ga terlalu kenal sama kamu. Apalagi bila si op sering keluyuran.

Ini beberapa hotkey ZHider yang bisa digunakan, untuk hotkey lainnya silakan baca file readme yang disertakan bersama zhider

CTRL+ALT+Z Menyembunyikan jendela aktif
CTRL+ALT+X Menampilkan kembali semua jendela yang disembunyikan
CTRL+ALT+L Menampilkan dialog zhider
CTRL+ALT+M Menampilkan kembali semua jendela yang disembunyikan, dan juga menutup zhider.

Kalo cara di atas ga bisa dilakuin, hentikanlah usahamu. Sesungguhnya perbuatan jahatmu tidak diridhai Tuhan
Kalo ketahuan langsung pertebal “muka bego”-mu. Misalnya bilang “Eh, kok jadi gini ya? Kemaren ga gini kok.” Ato kata-kata lain, tergantung kreatifitas anda.


NB : Program ini tidak dapat digunakan untuk warnet2 yang menggunakan GEtBack..


Cara Kedua


1.pasang muka culun (ato bego) kek yg diomongkan diatas
2.sediah kopi
3.tentunya rokok
4.nah sekarang yg perlu kalian jalankan adalah
5.cabut kabel lan cardnya …
6.trus restart komputer kamu
7.jika sudah kluar gambar desktop sebelum gambar billing itu kluar kamu cepet²an tekan alt+del+ctrl dan kamu del yg client 008
gampangkan ?


Cara Ketiga


Sering kali kita menjadi lupa waktu bila berada didepan komputeruntuk surfing dan hal ini ngak jadi masalah bila memakai komputer di kantor dengan koneksi broadband atau Dsl. Masalah baru muncul apabila kita surfing di Warnet. Proteksi yang biasa digunakan oleh warnet pada umumnya adalah nag screen atau window yang mengharuskan kita login terlebih dahulu [note:login ini berbeda dengan login start up] karena pada dasarnya komputer sudah dalam keadaan siap pakai hanya terhalang oleh nag screen tersebut, sedangkan koneksi ke internet dalam keadaan stand by. Yang harus dilakukan adalah membypass proteksi tersebut.

Prosedurnya adalah :
Tetap harus login terlebih dahulu agar tidak mencurigakan

Download Wincontrol ->> winctrl.exe untuk bypass login screen

Ekstrak wincontrol dan aktifkan
F9 = untuk menghilangkan window pada aktif cursor
F10= untuk mengembalikan window seperti semula
Jalankan timer untuk mengingatkan durasi waktu yang diinginkan
Logout bila telah mencapai biaya yang ditetapkan, biasanya tarif perjam Rp 6.000,-
Setelah logout tekan F9 maka login screen akan menghilang dan kita bisa kembali surfing tanpa biaya. Jangan lupa untuk menonaktifkan wincontrol setelah selesai.


Usahakan agar tidak terlalu menarik perhatian penjaga warnet [ surfing selama 3 jam = Rp 1500 ? ] cari warnet yang mempunyai banyak workstations-nya.


Untuk Mendownload Wincontrol dapat di download di http://www.yogyafree.net


Cara keempat


Alat yang dibutuhkan : - Backdoor Program , i.e: bo2k, netbus
- Portscanner
- Nekat !


Praktek : - Jelajahi warnet yg ada di kotamu, perhatikan apakah di server komputer ada drive utama yang di-mount.(Setidaknya server harus ber-os MicroShit Windows 98/NT).


- Siapkan program backdoor kamu yang sudah kkamu konfigurasi bo,netbus.. terserah kamu ;p >, agar tidak dikenali disarankan program backdoornya di recompile ulang agar tdk dikenali oleh antivirus, tambahkan data sampah sesuka kamu, jika tidak kamu recompile juga tdk apa-apa tetapi program akan mudah dikenali oleh antivirus.


- Cari program .exe yang biasanya sering dippakai oleh operator warnet,i.e: Mirc32.exe, iexplore.exe dll.


- Copy file tersebut di komputer client warnnet, sisipkan backdoor kamu ke program tersebut pake silkrope (Baca petunjuknya di press release bo2k, (http://www.bo2k.com )


- Delete file original di komputer server (HHati - hati jika tdk bisa kemungkinan
program sedang dipakai, pake program lain spt iexplore.exe ).


- Setelah mendelete file asli di komputer seerver, copykan file yang sudah disisipi backdoor dari komputer client warnet ke komputer server, tentunya dengan memakai nama asli program seperti Mirc32.exe atau iexplore.exe.


- Logout dari client warnet dan bayar sewa iinternet. (Pasang muka lugu dan bego).


- Setelah sehari dirasa cukup maka kembali llagi ke warnet yang di-hack dan lakukan scanning port yang terbuka, jika port yang terbuka match dengan konfogurasi backdoor kamu maka ….. SELAMAT BUNG !! Anda layak tertawa….. hi….hi…hi….., backdoor anda telah dijalankan oleh operator warnet yang !! kekekeke.


- Lakukan penjelajahan sepuas kamu….., lisst password jika server warnet NT dan crack pakelophtcrack, jika server windows 9x…..tertawalah lagi sampai akan muntah dan kejang - kejang.. ;p ,karena jika di list passwordnya akan didapati password dial-up ke ISP. tanpa “ENCRYPT” sama sekali.. (From other)


Nah kalau cara diatas belom juga bikin lho seneng …. Coba lagi aja degh pake KAHT (baca disini). Cara pemakaiannya seperti ini bro mudah-mudahan lho gak lupa lagi:

1. Download program KaHT letakkin di folder c:\windows\system32 (kalo XP)
2. Buka start > run… ketikkan CMD
3. ketikkan : Kaht 127.0.0.1 127.0.0.2
4. Kalo prompt pindah ke system32 berarti berhasil, kalo ga bisa pastiin port yg dipake kaht ga tertutup. Dan kompi kita wajib belom pake SP2
5. Ketik:
net user [username] [userpass] /add
net localgroup Administrator [username] /add
6. Misalnya : Kayaknya udah dijelasin deh, ga usah ya.


- Having fun….. and stay out of troble ..ddan ingat “Junjunglah Etika HACKER”, jangan sekali -kali membuat kerusakan, cukup untuk kamu


lihat -lihat server warnet…OK


Reference by:

1. Renk_x’s Avatar(kaskus.us)
2. Andisuseno ( andisuseno@yahoo.com )
3. PakTani
4. Dea


Related on :


1.grandong750.multiply.com/journal/item/7/Membobol_Billing_Warnet
2.obluz.multiply.com/journal/item/5
3.strifezone.blogs.friendster.com/strife_zone/2006/11/saat_rakyat_men.html


Dari situs:http://enzha21.wordpress.com
http://arrahmah.com

Read more!

Thursday, April 22, 2010

KHUTBAH JUM’AT TANTANGAN MUSLIM DALAM MENGHADAPI ERA GOLBALISASI

contoh khutbah jum'at buatan sendiri.....


Khutbah pertama
(Pembukaan tidak ditulis karena bahasa arab)
Amma ba’du
Jamaah jum,at sekalian yang di rahamati Allah, pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt. yang berkat hidayah-Nya kita dapat berkumpul disini. Juga shalawat serta salam selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad saw. yang berkat usahanya kita dapat ke zaman yang modern ini dari zaman jahiliah. khatib berwasiat untuk diri saya sendiri dan untuk jamaah sekalian, mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. pada kesempatan kali ini khatib akan membawakan khutbah yang bertemakan tantangan muslim dalam menghadapi globalisasi.
Pertama-tama marilah kita lihat apakah itu sebenarnya arti dari globalisasi, globalisasi adalah interaksi antara manusia dengan manusia lain yang telah melampaui batas Negara. Artinya pada saat ini manusia di belahan bumi manapun dapat berinteraksi
Dengan manusia lainnya tanpa terhalang oleh jarak yang jauh. Ini dikarenakan kemudahan-kemudahan yang di temukan oleh manusia, saya beri contoh internet. Sehingga informasi di belahan dunia manapun dapat kita peroleh dengan cepat.
Memang, globalisasi ini membawa keuntungan-keuntungan tersendiri bagi mereka yang dapat memanfaatkannya, sedangkan mereka yang tidak bisa mungkin akan terkena dampak negatif dari kemajuan teknologi ini. Contoh: mereka malah mencari apa yang tidak berguna bagi diri mereka sendiri atau bahkan merugikan diri mereka. Maka dari itu agar kita dapat terhindar dari efek globalisasi ini, salah satu solusinya adalah dengan meningkatkan tetkawaaan dan keimanan kita kepada Allah, mempelajari lebih dalam tentang islam dan juga mengetahui bahwa globalisasi memiliki efek positif dan efek negatif. Kita semua telah tahu, bahwa yang memimpin dunia pada saat ini adalah Negara-negara barat yang sebagian besar gaya hidupnya bertolak belakang dengan apa yang diajarkan islam, sehingga jika kita tidak dapat menyaring apa yang kita dapat ada kemungkinan kita bisa terseret oleh arus buruk globalisasi.
Salah satu cara agar kita dapat menyaring semua yang kita dapat, pertama tentukan dahulu apa yang menjadi impian kita,cita-cita kita dan apa tujuan hidup kita dengan demikian kita bisa memperioritaskan informasi yang berhubungan dengan apa yang kita tuju.
(penutup tidak ditulis karena bahasa arab)


Khutbah kedua
(pembukaan tidak ditulis karena bahasa arab)
Jamaah jum’at sekalian yang dirahmati Allah swt. pada khutbah kedua ini marilah kita mengadahkan tangan dan berdo’a kepada Allah swt.
(do’a dan penutup tidak ditulis karena bahasa arab)




Read more!

Sunday, April 18, 2010

Program Kumpulan Serial Number


program ini berisi serial-serial number dari semua OS

jika mau download silahkan...
http://www.4shared.com/file/161255237/a7bd7a27/Kumpulan_Serial_Number.html


Read more!